Zombies
attack
Part II –
Nemesis
“
Terimakasih karena kau sudah menolong kami “
“ ya
lupakan lah... “
“ ngomong –
ngomong kau akan kemana tadi? “
“ aku
tadinya hanya ingin berkeliling tapi aku mendengar suara tembakan jadi aku
menyuruh dia membawa ku kesana , dan aku menemukan kalian”
“ wah
ternyata hanya kebetulan “
“ oh ya
siapa nama kalian “
“ aku lita
“
“ aku godai
“
“ aku kaka
“
“
sepertinya nama kalian tidak asing bagiku , kalian 3 orang yang sangat
melegenda kan di kota ini ? “
“ ya memang
kami adalah 3 orang yang sangat melegenda “
“ wah
pantas saja ...kita akan segera sampai di pusat penelitian jadi berpeganganlah
kalian “
“ baiklah..
“
Akhirnya
merekapun sampai di pusat penelitian di kota tersebut yang masih sudah terkena
dampak dari penyerangan zombie yang sangat tiba – tiba walau sedikit... setelah
mereka turun dan beristirahat di kamar yang sudah di sediakan di pusat
penelitian itu mereka memutuskan untuk berjalan jalan di sekitar...
“ inilah
tempat kami meneliti vaksin vaksin yang akan digunakan untuk membantu orang
yang belum terinfeksi, dan sekarang itu masih dalam tahap penelitian sebelum
percobaan dan di bagikan ke kota yang masih aman “
“ hebat
juga laboratory ini... sangat mewah... ngomong ngomong apakah hanya segini yang
menelitinya... “
“ ya memang
Cuma segini karena yang lain sudah banyak terinfeksi karena penyerangan para
zombie yang sangat tiba tiba kemarin malam “
“ lalu
dimana mereka yang terkena infeksi itu? “
“ mereka
ada disana “
Terlihat
sebuah penjara kecil berbentuk persegi yang hanya bisa di masuki oleh 5 orang
saja ...
“ ohh
ternyata mereka ada disana “
“ yaa.. kau
lihat zombie yang berkacamata itu? “
“ ya aku
melihatnya , memangnya kenapa “
“ dia
sebenarnya adalah seorang peneliti terbaik kami , namun dia tidak menyelamatkan
dirinya sendiri tapi malah membawa berkas yang dia dapat dan membuat dia
sebagai umpan agar kita semua bisa selamat dan kabur dari tempat itu? “
“ memangnya
kenapa dia bisa mengorbankan dirinya? “
“ saat dia
membawa berkas penelitian itu, dia sudah terkena inveksi dari zombie yang
menggigit kakinya saat akan berlari menyelamatkan diri “
“ sadis ...
“
“ baiklah
sekarang kita menuju tempat dimana Nemesis sedang dalam proses penelitian “
“ Nemesis?
Apa itu ? “
“ Nemesis adalah wujud sempurna dari zombie atau orang
setengah zombie , bedanya dia bisa saja di kendalikan ... sedangkan zombie
biasa tidakk bisa... “
“ dikendalikan dengan tujuan untuk apa memangya ? “
“ dia kami kendalikan untuk melawan para zombie yang mungkin
akan menyerang pusat penelitian ini suatu hari nanti “
“ lalu progam apa yang kalian tanamkan padanya ? “
“ kami menanamkan program dimana dia hanya bisa di
kendalikan oleh orang yang memegang kunci kendalinya. Dan yang memegang kunci
kendali hanyalah para peneliti nya... dan kami mendesain sedemikian rupa untuk
kebal terhadap segala macam peluru dan rudal , namun tidak untuk bom “
“ woow ... memang sangat heba lab ini .. “
“ baiklah kami akan kembali ke kamar kami... “
“ ya silahkan , aku masih ada urusan untuk memeriksa
pekerjaan para peneliti “
“ oh ya namamu siapa?”
“ panggil saja aku rinza “
Setalah percakapan yang cukup panjang itu akhirnya mereka
pun kembali ke kamar mereka ... baru saja mereka terlelap mereka mendengar
seperti suara tembakan yang menggema di sekitar LAB . mereka pun terbangun
dengan kebingungan...
“ ada apa ini sebenarnya.? “
“ aku tak tau , tapi di luar sangat berisik “
“ mari kita periksa “
( godai mencoba membuka pintu kamar )
“ hei pintu ini tak bisa dibuka “
“ hei siapa saja tolong kami disini! “
( pintu terbuka dan muncul Rinza dengan berlumur darah )
“ hei Rinza kau kenapa ?”
“ Nemesis kehilangan kendali , dan membunuh para peneliti
kami... “
“ kau terluka parah , apakah kau baik baik saja ? “
“ ya aku baik baik saja .. “
“ mari kita keluar dari tempat ini “
“ ya... kita harus keluar “
“ tunggu “
“ ada apa Rinza “
“ aku masih hada sebuah urusan kalian duluan saja keluar “
“ tapi kau sedang terluka “
“ tidakk apa apa , ini hanya luka ringan biasa “
“ aku akan membantumu , Rinza “
“ ahh... tidak usah kaka , kau ikut saja bersama mereka ,
aku tidak apa apa “
( Rinza mencoba berjalan dan jatuh karena kakinya yang
terkena serangan nemesis )
“ kau keras kepala Rinza “
( Kaka menggendong Rinza )
“ biar aku bantu , sekarang kita kemana? “
“ kita keruang paling atas lantai 29 “
Kaka san Rinzapun segera menuju lantai 27 sedangkan Godai
dan Lita keluar dari tempat itu dan mencari tempat persembunyian dibalik semak
semak...
BRSAMBUNG...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar